Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Monday, April 22, 2013

Kesaksian Murid Bin Bazz Bahwa Firanda Adalah Pendusta



Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillah wassolatu wassalamu ala Rasulillah. Amma Ba'du.

Kata pengantar:

Perseteruan antara Firanda dan Asy-Syaikh Abdullah bin Abdirrahim Al-Bukhari menuai buntut, namun sebelum buntutnya saya paparkan, terlebih dahulu perlu anda ketahui, bahwa syeikh Abdullah bin abdurrahim Al-bukhari adalah murid Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Azîz bin Bâz dan Asy-Syaikh Muhammad bin Shâlih Al-’Utsaimîn. artinya yang menghukumi Firanda seorang Pendusta, fajir dan jahat adalah bukanlah seorang ustadz yang berasal dari Indonesia, namun seorang Syaikh dari kota Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang masyhur yang sangat dikenal kiprahnya dalam dakwah salafiyah, yaitu Syaikh: Abdullah Bin Abdurrahim. jadi bukan orang yg nanggung-nanggung, dan bukan saya (pangeran salafy) yang menghukumi firanda PENDUSTA.

FIRANDA ANDIRJA , pendusta, orang yang paling fajir diantara ahli fitnah. paling buruk dan pendusta adalah si jahat yang dikenal dengan nama Firanda andirja yang berasal dari Indonesia . ini sebuah cap yang di sematkan oleh syekh besar dari kalangan wahhabi dari kota madinah di tujukan kepada Firanda. (jadi itu bukan cap yang di sematkan oleh saya) .

Untuk selanjutnya di karenakan cap yang sangat gamblang dan terang seperti itu maka firanda ngamuk-ngamuk dan mencak-mencak, sehingga ia tidak menganggap beliau sebagai syekh besar, melainkan hanya seorang ustadz biasa, yang dulunya pernah nakal (tidak taat beragama). untuk mempersingkat , mari kita langsung kepada inti nya, si syekh mengetahui akhlak Firanda yang sangat buruk ini, sebab beliau yang menghadapinya secara langsung tentang fitnah keji yang sebarkan oleh firanda.

Berikut ini Fatwa-fatwanya:

.....عندكم فتنة وعندنا ما فيه فتنة أيضا عندنا فتنة نحن أيضا وفتن أكثر من التي عندكم إذا نبغى نمشي وراء كل واحد من هؤلاء كلما تفوه واحد من هؤلاء المجرمون ما أكثرهم لا كثرهم الله ما ندرس الناس ولا نؤلف ولا نكتب ولا نعلم ولا ننشر دينا

من أفجرهم الان وأخبثهم وأكذبهم الآن هذا الخبيث الذي يسمى فيرندا الأندونيسي هذا الخبيث, أيوى الكذاب هذا الأشر يمشي في المدينة عند بعض الطلبة وبين الناس يشوش وأن الشيخ عبد الله لم يبق أحدا يتكلم في الجميع ويتكلم في كذا ويتكلم في الشيخ العباد وابنه وما أدري من, لأنه لما جاؤوني هنا ومن معه من أتباع علي مصري وتكلمت عليهم وعلى سفههم هذا السفيه الأرعن علي مصري وموقفه العام الماضي الذي كان ولمت هذا فيرندا على كتابه عن إحياء التراث وخبث إحياء التراث وبينت لهم من هي إحياء التراث

قالوا والله يا شيخ ما ندري ما ندري أيش جزاك الله خيرا قد بينت قلت: ها الآن بينت ماذا ستفعل الآن؟ طبعا هذا الرجل خرج من عندي وخلاص ما هو عارف كيف

يفعل يتصرف , بدأ يشيع هذا الكذب وهذا الفجور والخبث, بل إخوانه الذين كانوا معه منهم نور إحسان ومن معه قالوا: يا شيخ ما فهمنا هذا الكلام منك وأنت تعلم أن هذا الرجل خبيث كذاب فاجر يفجر في الكذب كمان فنحن بارك الله فيك كل يوم نحن عندنا فتة وكل يوم عندنا طلاب فتنة لو أننا ننشغل بهؤلاء ما دعونا الناس وما درسنا وما علمنا يا أخي اتركوه

(شريط مفرغ)

Terjemahan:
“Ditempat kalian terjadi fitnah, apakah ditempat kami tidak terjadi fitnah? Kami juga mengalami fitnah, bahkan fitnah yang lebih banyak dibanding kalian, kalau kita terus berjalan dibelakang setiap mereka, yakni setiap orang dari mereka para pelaku kejahatan berbicara, dan jumlah mereka sungguh banyak –semoga Allah tidak menambah lagi jumlah mereka menyebabkan kita tidak lagi mengajar manusia, tidak lagi membuat karya ilmiah, tidak lagi menulis, tidak lagi mengajar dan menyebarkan agama.

Termasuk orang yang paling fajir diantara mereka (ahli fitnah). paling buruk dan pendusta sekarang ini adalah si jahat yang dikenal dengan nama Firanda yang berasal dari Indonesia. Si jahat dan pendusta besar ini berjalan di kota Madinah mendatangi sebagian para pelajar dan sebagian orang, dan membuat kisruh bahwa Syaikh Abdullah (al-Bukhari) tidak menyisakan satupun, semuanya dikritik, dia mengkritisi si fulan, mengkritisi Syaikh al-Abbad dan anaknya dan saya tidak tahu siapa lagi, sebab ketika mereka datang kepadaku, dia bersama yang lain dari pengikutnya Ali Musri dan aku membicarakan mereka dan kebodohan mereka, si bodoh yang ngawur Ali Musri dan sikap dia pada tahun yang lalu.

Dan aku mencela Firanda atas bukunya yang berbicara tentang Ihya At-Turats, Aku jelaskan kebobrokan Ihya At-Turats dan memaparkan kepada mereka siapa itu Ihya At-Turats. mereka berkata: Demi Allah wahai Syekh, kami benar-benar tidak tahu, jazakallah khaer engkau telah menjelaskannya. Maka saya berkata : nah, sekarang aku telah menjelaskan, apa yang akan kamu lakukan sekarang? Tentunya orang ini (maksudnya Firanda,pen) dia keluar dari kediamanku dalam keadaan dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan dan perbuat setelah menyebarkan kedustaan, kefajiran dan kejahatan ini.

Bahkan teman-temannya yang ketika itu bersamanya, diantara mereka Nur Ihsan dan yang bersamanya, mereka berkata: wahai syaikh, kami tidak memahami ucapanmu ini dengan pemahaman itu, dan engkau telah mengetahui bahwa orang ini (maksud mereka Firanda,pen) jahat dan pendusta,fajir, bahkan kelewat batas dalam berdusta pula. Maka kita semoga Allah memberkatimu- setiap hari kami menghadapi fitnah, dan setiap hari kami menghadapi para pencari fitnah. Kalau sekiranya kita menyibukkan diri dengan mereka, kita tidak akan mendakwahi manusia, tidak mengajar lagi, ya akhi, tinggalkan mereka.

49 comments:

Anonymous said...

orang yang digelari al-kadzzab (pendusta) ini sekarang dipercaya mengajar di masjid nabawi pak kyai... jadi, yang pendusta itu yang menuduh atau yang di tuduh... semoga tidak buta mata dan buta hati....

Admin said...

sebentar lagi dia juga di pecat :D
tunggu aja tanggal mainnya :D'
tp yg jelas dia pendusta :D

mahsan chan said...

subhanalloh fitnah yg tdk masuk akal org yg sudh kenal ustd firanda akan tau siapa pemitnah yg sbnar nya

Dedi Junaedi said...

Astaghfirullah tobatlah ya Akhyy!

Anonymous said...

Semoga Allah memberi petunjuk

Admin said...

pernyataan itu diungkapkan oleh Murid Bin Baz. Saya cuma menyampaikan. Kalau kalian tidak terima, silahkan kalian cari bukti pembelaan. Kalo cuma kagak percaya tanpa bukti penolakan, itu namanya fanatik.

Anonymous said...

betul ustadz... fanatisme buta. Kenyataannya murid bin baz yang menggelari firanda, kenapa gak percaya ?

Anonymous said...

astagfirullah hal adzim...

Anonymous said...

sesama wahabi gontok-gontokan.. yah maklum lah..

Lhin nisaa salamah said...

he he,sekarang nama ustadz Firanda makin harum dan tersohor,begitulah ternyata fitnah thd beliau malah membuat beliau di kenal,seperti kayu gaharu tak akan di ketahui wanginya,kecuali karena api.

handar said...

fitnah besar ini... mau memecah belah ummat... !!!

Komunita Setia Rodja said...

TERIMA KASIH BANYAK WAHAI MUSUH-MUSUHKU

Apakah yang harus aku katakan kepada kalian wahai musuh-musuhku. Sungguh rasa gembira yang keluar dari lubuk hatiku yang paling dalam, kalian telah benar-benar membantuku di dunia dan terlebih-lebih di akhirat. Di akhirat kelak kalian akan memikul banyak bebanku yang berat, padahal kalian sendiri benar-benar dalam keadaan lemah sungguh ini merupakan kebaikan yang tiada bandingannya.
Kalian telah menghadiahkan kepadaku pahala-pahala amal kebajikan kalian kepadaku, di saat kalian benar-benar sangat membutuhkannya sungguh kebaikan yang tiada tara. Wahai kalian yang menggibahku yang memakan hartaku, yang merendahkan harga diriku yang berdusta atas namaku yang hobi mencari-cari kesalahanku sungguh kalian telah berbuat kebaikan yang tiada tara bagiku, teruskanlah perjuangan kalian menzolimiku sungguh aku sangat butuh dengan hadiah kalian pada hari kiamat kelak
Aku sangat butuh pemberian kalian untuk memperberat timbangan kebaikanku.
Sungguh betapa bahagianya aku tatkala aku tahu bahwasanya aku tidak bisa meraih tempat yang sangat mulia hanya sekedar mengandalkan amal kebajikanku?, akan tetapi berkat hadiah kalian akupun bisa meraih kedudukan mulia tersebut karenanya jangan ragu-ragu untuk meneruskan perjuangan kalian menjatuhkan aku!!!
Rasulullah bersabda,
أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوْا الْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكاَةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ
“Tahukah kalian apa yang disebut dengan orang yang bangkrut?”, mereka (para sahabat) berkata, “Orang bangkrut yang ada diantara kami adalah orang yang tidak ada dirhamnya dan tidak memiliki barang”. Rasulullah berkata, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan sholat, puasa, dan zakat. Dia datang dan telah mencela si fulan, telah menuduh si fulan (dengan tuduhan yang tidak benar), memakan harta si fulan, menumpahkan darah si fulan, dan memukul si fulan. Maka diambillah kebaikan-kebaikannya dan diberikan kepada si fulan dan si fulan. Jika kebaikan-kebaikan telah habis sebelum cukup untuk menebus kesalahan-kesalahannya maka diambillah kesalahan-kesalahan mereka (yang telah ia dzolimi) kemudian dipikulkan kepadanya lalu iapun dilemparkan ke neraka” (HR Muslim no 2581)
Dikatakan kepada Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah bahwasanya si fulan telah mengghibahmu. Maka beliaupun mengirim sepiring makanan yang manis kepada orang yang telah mengghibahnya tersebut lalu berkata kepadanya, “Telah sampai kabar kepadaku bahwasanya engkau telah menghadiahkan (pahala) kebaikan-kebaikanmu kepadaku maka aku ingin membalas kebaikanmu tersebut” (Wafayaatul A’yaan 2/71)
Seorang penyair berkata:
يُشَارِكُ لَكَ الْمُغْتَابُ فِي حَسَنَاتِهِ وَيُعْطِيْكَ أَجْرَ صَوْمِهِ وَصَلاَتِهِ
فَكَافِهِ بِالْحُسْنَى وَقُلْ رَبِّ جَازِهِ بِخَبْرٍ وَكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ
فَيَا أَيُّهَا الْمُغْتَابُ زِدْنِي فَإِنْ بَقِيَ ثَوَابُ صَلاَةٍ أَوْ زَكاَةٍ فَهَاتِهِ
Orang yang mengghibahmu menyertakan engkau dalam kepemilikan kebaikan-kebaikannya
Dan ia menghadiahkan kepadamu pahala puasa dan sholatnya
Maka hendaklah engkau membalasnya dengan kebaikan dan katakanlah, “Wahai Tuhanku balaslah dia dengan kebaikan dan hapuslah dosa-dosanya”
Wahai orang yang menggibahku tambahlah hadiahmu kepadaku…
Jika masih tersisa pahala solatmu dan zakatmu maka berikanlah kepadaku.
Wallahua'alam Bishawab
semoga kita menjadi orang" yang bersabar dalam menghadapi orang" yang selalu mencari-cari kesalahan penuntut ilmu dinul islam khususnya para ustadz" Rodja dimanapun yang menebarkan Cahaya Sunnah di bumi Indonesia semoga Allah menjaga dan memberikan nikmat sehat,nikmat umur nikmat rizki kepada beliau" Amiin ya Allah. Baraqaullahu fikum

Anonymous said...

berikut ini mas qosim bantahan ustadz firanda terhadap berita yang anda sebarkan yang ternyata sudah basi karena terlalu lama kejadiannya .berikut petikannya :
Alhamdulillah, segala puji kita panjatkan kepada Allah atas segala kenikmatan dan limpahan nikmat. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kita nikmat lisan… semoga kita menjadikannya sebagai saran untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya bukan untuk meraih dosa yang sebanyak-banyaknya.

Alhamdulillah, tanggapan yang saya tunggu-tunggu dari al-ustadz al-fadil akhirnya muncul juga. Hanya saja yang saya sedihkan adalah sang ustadz keluar dari pembahasan khilaf yang sedang kita bicarakan. Dalam membahas khilaf tentunya para ulama sering menyampaikan tentang "tahriir mahal an-nizaa'" (yaitu inti atau fokus permasalahan) agar pembicaraan kita tidak ngalor-ngidul dan ke sana ke sini.

Sebenarnya saya tidak berkeinginan untuk membahas permasalahan ini, -dan ini menyelisihi wasiat guru saya yang menyarankan saya untuk tidak membicarakan permasalahan ini- akan tetapi…dengan berat hati- saya berusaha untuk menjabarkan permasalahan dengan meminta pertolongan Allah yang Maha mengetahui segalanya.

Ada tiga hal yang menyebabkan saya sebenarnya enggan membahas permasalahan ini:


Pertama : Jika tuduhan ini hanya saja tertuju pada saya, maka perkaranya lebih ringan. Toh saya manusia biasa yang juga tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan dan juga memiliki banyak aib. Akan tetapi akhir-akhir ini tatkala saya sedang sibuk membantah ahlul bid'ah maka saya mendapati ternyata sebagian ahlul bid'ah menjadikan tuduhan "pendusta'' kepada saya sarana untuk mementahkan bantahan-bantahan saya terhadap mereka. Padahal mereka para ahlul bid'ah tersebut telah terbukti berdusta.

Kedua : Ternyata hal ini juga dijadikan dalil oleh sebagian ahlus sunnah untuk mencela radiorodja yang kebetulan diantara para pengisi materinya adalah saya.

Ketiga : Dan hal ini yang sangat berat bagi saya, yaitu dengan membantah tuduhan ini maka "terpaksa" saya membuka aib sebagian ustadz atau sebagian "syaikh" sang penuduh.

Anonymous said...

Akan tetapi apa boleh buat… semoga Allah memaafkan hambaNya yang penuh dosa dan kekurangan. Dan semoga Allah mengampuni niat saya –yang mungkin saja tatkala menulis tulisan ini ada perasaan untuk membalas dendam- sesungguhnya Allah maha mengetahui isi para hambaNya.

Akan tetapi sebelum kita masuk di topik pembahasan ada dua perkara yang perlu saya ingatkan kepada para pembaca yang budiman :

Pertama : Saya sangat mengharapkan para pembaca sekalian membaca serial tulisan saya, diantaranya :

- http://www.firanda.com/index.php/artikel/manhaj/94-muwaazanah-suatu-yang-merupakan-keharusan-iya-dalam-menghukumi-seseorang-bukan-dalam-mentahdzir-, dan

- http://www.firanda.com/index.php/artikel/manhaj/100-salah-kaprah-tentang-hajr-boikot-terhadap-ahlul-bidah-seri-5-contoh-nyata-khilaf-ijtahdiah-diantara-para-ulama-tentang-menghukumi-seseorang

: Jangan lupa inti permasalahan khilaf yaitu : Apakah yang menerima dana dari Yayasan IT maka otomatis menjadi sururi?, bahkan barangsiapa meskipun tidak mengambil dana lantas bermu'aamalah dengan orang yang mengambil dana maka apakah otomatis menjadi sururi?, karena justru jenis kedua inilah yang lebih banyak, karena yang mengambil dana hanya sekitar beberapa orang saja. Silahkan kembali membaca tulisan saya : http://www.firanda.com/index.php/artikel/manhaj/101-salah-kaprah-tentang-hajr-boikot-terhadap-ahlul-bidah-seri-6-tahdziir-dan-tabdii-berantai-ala-mlm-awas-sururi , inilah permasalahan inti.

Anonymous said...

Al-Ustadz hafizohullah berkata :

((Gelar “kadzdzab” (gemar berdusta) yang disematkan oleh salah seorang ulama besar di Madinah Asy-Syaikh Abdullah bin Abdirrahim Al-Bukhari Hafizhahullah kepada seorang pelajar di Madinah yang bernama Firanda Andirja memang merupakan gelar yang layak disandangnya. Mengapa tidak, Firanda seakan tiada henti menghembuskan fitnahnya dengan menyebarkan berbagai kedustaan dikalangan salafiyyin dengan menyebarkan berita-berita palsu yang kandungannya adalah upaya merendahkan kedudukan para ulama dan Da’i Ahlus sunnah ditengah umatnya….. Selamat berbahagia dengan gelar ini wahai Firanda dari salah seorang ulama besar Madinah Nabawiyyah)) demikan perkataan al-ustadz hafizhohullah (silahkan lihat http://www.salafybpp.com/categoryblog/97-dusta-firanda-ditengah-badai-fitnah-yang-sedang-melanda-bag1.html)

Bahkan sang ustadz juga menukil perkataan sang syaikh yang berkata tentang saya ((termasuk orang yang paling fajir diantara mereka (ahli fitnah). paling buruk dan pendusta sekarang ini adalah si jahat yang dikenal dengan nama Firanda yang berasal dari Indonesia. Si jahat dan pendusta besar ini berjalan di kota Madinah mendatangi sebagian para pelajar dan sebagian orang, dan membuat kisruh bahwa Syaikh Abdullah tidak menyisakan satupun, semuanya dikritik, dia mengkritisi si fulan, mengkritisi Syaikh al-Abbad dan anaknya dan saya tidak tahu siapa lagi, sebab ketika mereka datang kepadaku, dia bersama yang lain dari pengikutnya Ali Musri dan aku membicarakan mereka dan kebodohan mereka, si bodoh yang ngawur Ali Musri dan sikap dia pada tahun yang lalu. Dan aku mencela Firanda atas bukunya yang berbicara tentang Ihya At-Turats, Aku jelaskan kebobrokan Ihya At-Turats dan memaparkan kepada mereka siapa itu Ihya At-Turats. mereka berkata: Demi Allah wahai Syekh, kami benar-benar tidak tahu, jazakallah khaer engkau telah menjelaskannya. Maka saya berkata : nah, sekarang aku telah menjelaskan, apa yang akan kamu lakukan sekarang? Tentunya orang ini (maksudnya Firanda,pen) dia keluar dari kediamanku dalam keadaan dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan dan perbuat setelah menyebarkan kedustaan, kefajiran dan kejahatan ini. Bahkan teman-temannya yang ketika itu bersamanya, diantara mereka Nur Ihsan dan yang bersamanya, mereka berkata: wahai syaikh, kami tidak memahami ucapanmu ini dengan pemahaman itu, dan engkau telah mengetahui bahwa orang ini (maksud mereka Firanda,pen) jahat dan pendusta,fajir, bahkan kelewat batas dalam berdusta pula. Maka kita semoga Allah memberkatimu- setiap hari kami menghadapi fitnah, dan setiap hari kami menghadapi para pencari fitnah. Kalau sekiranya kita menyibukkan diri dengan mereka, kita tidak akan mendakwahi manusia, tidak mengajar lagi, ya akhi, tinggalkan mereka…))

Anonymous said...

Sebelum saya menanggapi pernyataan di atas maka saya ingin mengingatkan para pembaca untuk mengetahui bahwasanya majelis yang terjadi antara beliau sang syaikh dan kami (Firanda, Ustadz Abdullah Taslim MA, DR Arifin Badri, dan DR Muhammad Nur Ihsaan) terjadi di rumah beliau sang syaikh. Tentunya pembicaraan yang terjadi diantara kami tidak direkam, akan tetapi ada beberapa pernyataan yang sempat dilontarkan oleh sang syaikh yang hal ini disaksikan oleh para ustadz-ustadz tersebut. Diantaranya :

Pertama : Syaikh berkata : Ibnu Jibrin adalah Imaam Ad-Dholaalah (imam kesesatan)

Kedua : Syaikh Berkata : Syaikh Abdul Aziz As-Sadhaan bukanlah salafy, tidak bisa membedakan antara kurma dan bara api (padahal Syaikh Abdul Aziz As-Sadhan juga dinukil perkataannya oleh sang ustad dalam tulisannya di http://www.salafybpp.com/categoryblog/97-dusta-firanda-ditengah-badai-fitnah-yang-sedang-melanda-bag1.html)

Ketiga : Beliau berkata : Dimana Syaikh Abdul Muhsin tatkala Syaikh Robii' membantah ahlul bdi'ah, Syaikh Robii' mengeluarkan ruhnya untuk umat, adapun syaikh Abdul Muhsin Al-Abaad diam selama tujuh tahun dan tidak membantah sama sekali. Dan akhirnya syaikh Abdul Muhsin pun memberi pengantar kepada kitab Madaarikun Nadzor setelah tujuh tahun diam, itupun setelah buku itu diberi pengantar oleh Syaikh Albani !!!

Keempat : Beliau juga berkata : Syaikh Abdul Muhsin Al-Abaad kok bisa menghukumi bahwa perseteruan yang terjadi antara syaikh Robii' dan Abul Hasan Al-Ma'ribi hanyalah karena hawa nafsu. Bagaimana beliau bisa menghukumi demikian. Saya (yaitu beliau sang syaikh) pernah datang ke Syaikh Abdul Muhsin dan saya tanyakan kepada beliau : "Apakah anda sudah baca tulisannya syaikh Robii'?", maka Syaikh Abdul Muhsin berkata :"Saya tidak baca". Saya juga bertanya, "Apakah anda sudah membaca tulisan Abul Hasan Al-Ma'ribi?", maka syaikh Abdul Muhsin berkata, "Tidak".

Lantas bagaimana bisa Syaikh Abdul Muhsin menghukumi bahwasanya syaikh Robii' dan Abul Hasan hanya mengikuti hawa nafsu??? (Demikian perakataan beliau sang syaikh)

Kelima : Beliau berkata : Syaikh Abdurrozzaq Al-Abbaad, siapa dia??, dia baru saja istiqomah. Dahulu main-main di jalan raya, sampai-sampai ayah saya menegurnya dan berkata "Wahai Abdurrozzaaq, ayahmu Abdul Muhsin Al-Abaad adalah seorang alim, merupakan suatu perkara yang aib jika engkau bermain-main di jalan)

Keenam : Beliau juga berkata : Syaikh Abdurrozzaq baru saja istiqomah kemudian jadi salafy lantas begitu cepat ia berbalik

Anonymous said...


Dan masih ada perkataan-perkataan beliau yang lain, yang mungkin kurang pantas untuk saya utarakan di sini.

Mungkin para pembaca yang budiman mengatakan saya berdusta akan hal ini. Memang sungguh sulit untuk menunjukkan bahwasanya saya jujur karena tidak ada bukti berupa rekaman. Akan tetapi silahkan para pembaca yang budiman untuk bertanya langsung kepada Ustadz DR Muhammad Arifin, Ustadz DR Muhammad Nur Ihsan, dan Ustadz Abdullah Taslim MA. Adapun ustadz Abdullah Taslim maka pernyataan beliau bisa di dengar di http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/04/12/download-audio-klarifikasi-oleh-ustadz-taslim-tentang-kejadian-yang-sebenarnya-antara-ustadz-firanda-dan-syaikh-abdullah-al-bukhari/

Seluruh pernyataan di atas masih diingat oleh Fadhilatus syaikh yang mengucapkannya kecuali pernyataan terakhir (pernyataan yang keenam) yang menyatakan bahwasanya Syaikh Abdurrozzaq jadi salafy lantas begitu cepat ia berbalik.

Dan beliau mengingkari pernah menyatakan demikian, hanya saja saya (yang telah diajar Syaikh Abdurrozzaq bertahun-tahun, dimana beliau mengajar saya di jenjang S1, S2 dan sekarang juga di S3) tentunya tidak akan lupa pernyataan ini. Dan hal ini juga diingat oleh ustadz Abdullah Taslim MA. Akan tetapi perkaranya repot karena memang bukti kongkritnya tidak ada.

Adapun enam pernyataan Syaikh diatas maka saya hanya bisa berkata laa haulaa wa laa quwaata illaa billah. Syaikh Ibnu Jibrin adalah Imaam Ad-Dolaalah…., meskipun kita tidak setuju dengan beberapa fatwa syaikh Ibnu Jibrin rahimahullah akan tetapi beliau tetaplah seorang ulama… bahkan ulama besar…

Adapun pernyataan beliau tentang syaikh Abdul Aziz As-Sadhaan, maka beliau adalah salafy, murid syaikh Bin Baaz (dan saya rasa sang ustadz al-faadhil juga mengakui bahwasanya beliau adalah salafy, oleh karenaya sang ustadz hafidzohullah juga menukil perkataannya untuk membantah saya)

Adapun pernyataan tentang syaikh Abdul Muhsin Al-Abbaad, maka menurut pandangan saya yang lemah ini, ini merupakan bentuk perendahan kepada ulama besar sekelas Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbaad.

Anonymous said...


Adapun pernyataan beliau tentang Syaikh Abdurrozzaaq maka saya berkata :

- Syaikh Abdurrozzaq memang dulu terkenal nakal (dan saya mohon maaf kalau memang ini merupakan aib syaikh Abdurrozzaq) sebagaimana yang saya dengar dari beberapa sumber. Akan tetapi kalau menurut pandangan saya justru ini merupakan kemuliaan syaikh yang telah meninggalkan kenakalannya lantas kemudian menjadi seorang alim yang memberi faedah kepada umat baik di Saudi maupun di Indonesia

- Syaikh sudah sejak 15 tahun yang lalu telah meraih gelar Profesor. Adapun beliau sang syaikh baru saja mengambil gelar doktor beberapa tahun yang lalu

- Apakah pantas kita menyebut-nyebut kesalahan orang di masa lalu??, bukankah Umar bin Al-Khottoob dahulu sangat membenci dan memusuhi Nabi??, bukankah banyak para sahabat yang demikian?, bukankah Al-Fudhail Bin 'Iyaadn dahulu adalah gembong para perampok???

- Hendaknya justru kita menutup aib saudara kita, apalagi aib yang sudah ditinggalkannya….!!!

- Bukankah dakwah Syaikh Abdurrozzak sangat masyhuur di Saudi?, beliau pengajar di Masjid nabawi, beliau mengisi pengajian di Radio Al-Qur'an Saudi, beliau juga mengisi pengajian di sebagian stasiun TV di Saudi

Dan pernyataan beliau sang syaikh yang terakhir : Bahwasanya Syaikh Abdurrozzaq menjadi salafy kemudian begitu cepat berbalik, maka tidak akan saya tanggapi karena sungguh jelek perkataan ini dan beliau sang syaikh lupa pernah mengucapkan hal ini.

Mungkin para pembaca masih menuduh saya berdusta… , apa yang harus saya katakan… karena tidak ada bukti yang jelas, pernyataan-pernyataan tersebut tidak terekam.

Akan tetapi Sang ustadz telah menampilkan suara syaikh menyatakan bawhasanya saya adalah pendusta (sebagaimana pula mengatakan bahwasanya DR Ali Misri sebagai seroang yang safiih yaitu dungu), padahal….

Anonymous said...


Dalam kaset tersebut juga ternyata beliau sang syaikh juga mencela Syaikh Muqbil rahimahullah, bahkan juga meragukan kesalafian orang-orang yang belajar di syaikh Muqbil rahimahullah.

Berikut pernyataan beliau tentang syaikh Muqbil rahimahullah:

ما كل من جاءنا كان من دماج على أنه سني كل نظن الناس هكذا أفكارها متأثرة بشيخها أنهم خوارج في هذا الفكر في ذلك العهد نحن ما أحسنا الظن بكل من جاء ولاأسأنا الظن بكل من جاء نتوقف في أمره ما ندري أيش يكون."

"Tidak semua orang yang datang kepada kami dari Dammaaj berarti ia adalah seorang sunni, semuanya –kami menyangka semua orang demikian-, pemikiran mereka terpengaruh dengan pemikiran guru mereka, mereka adalah khowarij dalam pemikiran ini tatkala itu. Kami tidak berbaik sangka kepada setiap orang yang datang kepada kami, dan kami juga tidak berburuk sangka kepada siapa saja yang datang. Kami tawaqquf (berhenti dulu-pen) tentang statusnya hingga kami tahu apa yang terjadi"

Bahkan celaan di atas bukan hanya mengenai syaikh Muqbil rahimahullah, bahkan mengenai murid-murid beliau yang belajar di Dammaj di masa Syaikh Muqbil apalagi setelah wafatnya syaikh??

Para pembaca bisa meminta kaset pernyataan ini dari al-ustadz hafidzohullah, karena dalam kaset yang sama juga terdapat pernyataan syaikh bahwasanya Firanda Pendusta. Dan banyak syaikh dari Yaman yang telah membantah pernyataan ini.


Oleh karenanya saya berkata :

- Jika saya dikatakan oleh syaikh ((orang yang paling fajir diantara mereka (ahli fitnah). paling buruk dan pendusta sekarang ini adalah si jahat yang dikenal dengan nama Firanda yang berasal dari Indonesia)) maka hal itu ringan daripada saya dituduh khawarij.

- Akan tetapi sudah banyak ulama yang dicela oleh syaikh ini, diantaranya Syaikh Ibnu Jibrin yang dikatakan sebagai Imam kesesatan, Syaikh Muqbil yang dituduh berpemikiran khawarij. Tentunya gelar pendusta masih lebih ringan dari pada imam kesesatan dan berpemikiran khawarij. Bahkan bukan hanya syaikh Muqbil yang dicela, murid-muridnya juga dicela

Anonymous said...


Mengenai pernyataan sang ustadz hafizhohullah ((Gelar “kadzdzab” (gemar berdusta) yang disematkan oleh salah seorang ulama besar di Madinah Asy-Syaikh Abdullah bin Abdirrahim Al-Bukhari Hafizhahullah kepada seorang pelajar di Madinah yang bernama Firanda Andirja memang merupakan gelar yang layak disandangnya. Mengapa tidak, Firanda seakan tiada henti menghembuskan fitnahnya dengan menyebarkan berbagai kedustaan dikalangan salafiyyin dengan menyebarkan berita-berita palsu yang kandungannya adalah upaya merendahkan kedudukan para ulama dan Da’i Ahlus sunnah ditengah umatnya….. Selamat berbahagia dengan gelar ini wahai Firanda dari salah seorang ulama besar Madinah Nabawiyyah))

Maka pada pernyataan di atas ada beberapa hal yang ingin saya tanggapi –semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya- :

Pertama : Pernyataan sang ustadz bahwasanya Syaikh tersebut adalah seorang ulama besar di kota Madinah, hal ini menggambarkan kepada para pembaca bahwasanya firanda telah dituduh pendusta oleh ulama besar kota Madinah.

Tentunya semua orang yang pernah belajar di Madinah mengetahui bahwasanya ini merupakan perkataan yang tidak benar. Karena syaikh tersebut masih sangat muda dan baru saja beberapa tahun yang lalu mengambil gelar Doktor (bahkan saya ikut hadir dalam persidangan peraihan gelar tersebut). Beliau ma'ruuf dengan dakwah kepada sunnah, akan tetapi beliau belum sampai tingkatan ulama, apalagi ulama besar. Oleh karenanya tidak seorangpun syaikh yang menyatakan beliau sebagai ulama…, apalagi ulama besar…??. Oleh kareananya hendaknya kita menyebutkan kondisi seseorang yang sebagaimana mestinya. Karena tatkala sang ustadz menuliskan bahwa syaikh tersebut merupakan ulama besar.. maka tentunya akan semakin menguatkan tuduhan pendusta kepada Firanda…. Baarokallahu fiiikum yaa ustaadz. Saya juga memiliki teman-teman yang juga para dosen di Universitas Islam Madinah sebagaimana sang syaikh, akan tetapi mereka seluruhnya bukanlah para ulama.

Kedua : Tersebar diantara para penuntut ilmu bahwasanya syaikh menyatakan Firanda sebagai pendusta karena Firanda sudah berjanji untuk menarik kembali buku "Lerai Pertikaian" akan tetapi ternyata Firanda tidak pantas melakukannya, sehingga syaikh tersebut menggelari Firanda dengan : "Kadzzaab, Dajaaal, Khobiits" (Si tukang dusta, si Dajjaal, dan Khobiits). Gelaran yang ringan di lisan akan tetapi tentunya sangat berat di sisi Allah.

Pernyataan ini apakah benar dari Syaikh ataukah hanya karangan sang ustadz?, jika dari syaikh maka saya katakan bahwasanya saya sama sekali tidak pernah menyebutkan buku "lerai pertikaian' di hadapan syaikh, apalagi sampai berjanji untuk menarik kembali. (Silahkan Tanya kepada Ustadz Arifin Badri, Muhammad Nur Ihsan, dan Abdullah Taslim yang juga ikut hadir dalam majelis tersebut))

Anonymous said...

Ketiga : Saya tidak pernah menyebarkan pernyataan-pernyataan syaikh yang mencela ulama di Indonesia, baik dalam tulisan maupun maupun ceramah. Justru yang menyebarkan di Indonesia syaikh sendiri, dan juga sang ustadz hafizohullah.

Keempat : Gelar Dajjaal, Fajir, Dungu, dan Kadzzaab yang dilontarkan syaikh, saya rasa terlalu berat… apa tidak ada lafal lain yang lebih ringan.

Kadzzaab (gemar berdusta….), sungguh Allah akan mencatat pernyataan ini. Silahkan bertanya kepada seluruh sahabat-sahabat saya baik orang arab maupun orang Indonesia, apakah saya gemar berdusta ???!!!

Kelima : Bukankah sang ustadz juga pernah dicap "Kadzzaab" oleh ustadz yang terkenal juga??!! Yang merupakan teman seperjuangan belajar di Yaman??. Alhamdulillah kalau teman-teman belajar saya di Madinah tidak ada yang mengecap saya sebagai Kadzdzaab.

Keenam : Hendaknya kita menerapkan kaidah al-jarh wa at-Ta'diil

Bukankah jika sang ustadz hendak menilai Firanda pendusta atau bukan ia hendaknya menerapkan kaidah al-Jarh wa at-Ta'diill, kenapa ia tidak bertanya kepada syaikh-syaikh yang mengenal saya sejak lama. Silahkan Tanya kepada ulama besar Madinah Syaikh Abdul Muhsin Al-Abaad apakah ia mengenal saya???, silahkan Tanya syaikh Abdurrozzaaq apakah ia mengenal saya??, silahkan Tanya Syaikh Ibrahim Ar-Ruhaili yang mengajar saya di S1 dan S3 apakah ia mengenal saya??!!, mereka bertiga adalah pengajar resmi di Mesjid Nabawi dan dikenal oleh masyarakat kota Madinah.

Bukankah Imam Malik pernah ditanya tentang Muhammad bin Ishaaq? Maka iapun berkata ia adalah "Dajjaal". Maka apakah para ulama mengambil mentah-mentah perkataan Imam Malik? Kenapa? Karena pernyataan tersebut akibat perseteruan yang terjadi antara mereka berdua. Oleh karenanya jika terjadi perselisihan antara saya dan sang ustadz maka bukan sebagai alasan dengan mudahnya kita mengatakan kepada orang yang menyelisihi sang ustadz sebagai dajaal dan gemar pendusta.

Anonymous said...

Keenam : Tentunya aib saya masih terlalu banyak, jika sang ustadz ingin mencari-cari aib saya maka akan banyak yang ia dapatkan. Semoga Allah menutup aibku. Akan tetapi saya ingatkan kepada sang ustadz tentang sebuah sabda Nabi

يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلم يَدْخُل الإيمَانُ قَلْبَهُ ! لاَ تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِيْنَ وَلاَ تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ بَيْتِهِ

"Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya akan tetapi iman belum masuk kedalam hatinya, janganlah kalian mengghibahi kaum muslimin, dan janganlah pula mencai-cari aib mereka, sesungguhnya barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim maka Allah akan mencari-cari kesalahannya, dan barangsiapa yang Allah mencari-cari kesalahannya maka Allah akan mempermalukannya meskipun ia berada di dalam rumahnya"


Penutup :

Pertama : Setelah tulisan ini maka saya –insyaa Allah- tidak akan lagi menggubris tuduhan-tuduhan yang ditempelkan kepada saya. Jika bantahan yang disampaikan sang ustadz kepada saya adalah bantahan ilimiyah maka saya akan ladeni, adapun jika hanya mengenai tuduhan-tuduhan yang berkaitan dengan perangai dan pribadi saya maka saya tidak akan menanggapi lagi. Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua

Anonymous said...

Kedua :Saya ingatkan kepada siapa saja dari kalangan Ahlus Sunnah yang hendak menuduh seorang ustadz salafy, hendaknya ia memikirkan hal berikut ini :

- Sudahkah ia bertabayyun kepada sang ustadz?, bukankah Nabi menganjurkan untuk mendengar dari dua belah pihak yang bertikai?

- Sudahkah ia siap berdilaog dengan ustadz yang ia tuduh tersebut di persidangan Allah pada hari kiamat kelak?

- Sudahkah ia mempersiapkan jawaban jika Allah memintanya untuk mendatangkan bukti atas apa yang ia ucapkan dan tuduhkan.

Jika ia siap dengan tiga perkara ini maka silahkan untuk berghibah riya dan mengumbar aib saudaranya.

Ketiga : Permasalahan khilaf yang terjadi antara saya dan sang ustadz mungkin sulit menemukan titik temu. Oleh karenanya saya mengajak sang ustadz untuk berdialog terbuka jika memang sang ustadz bersedia… , bukan dalam rangka untuk mengunjuk gigi, akan tetapi dalam rangka mencari kebenaran. Bisa jadi saya yang salah sehingga saya akan ruju' dan bisa jadi sebaliknya, justru sang ustadz yang keliru.

Atau jika sang ustadz kurang berkenan, maka bagaimana kalau kita angkat permasalahan ini kepada para kibar ulama. Tentunya kalau saya katakana kepada sang ustadz, "Bagaimana kalau diangkat ke syaikh Abdul Muhsin yang merupakan guru Syaikh Robii'?", tentunya sang ustadz tidak bersedia. Oleh karenanya saya punya usul bagaimana kalau permasalahan ini kita angkat ke Syaikh Soleh Al-Fauzaan, dan saya serahkan bentuk pertanyaannya kepada sang ustadz. Dan saya siap mengantarkan beliau bertemu dengan syaikh Sholeh Al-Fauzaan. Hafizohullah ta'aala. Dan jika sang ustadz kurang berkenan maka kita angkat permasalahan ini kepada yang lebih tinggi lagi yaitu Al-Lajnah Al-Daaimah, agar permasalahan yang telah lama meresahkan kita ini –sehingga terlalu banyak timbul tuduhan, celaan, gelaran, pembid'ahan, penyesatan, dll- diputuskan oleh mereka para ulama kibar. Bagaimana pendapat antum wahai ustadz?? Baarokallahu fiikum.

Anonymous said...


Keempat : Ingatlah wahai para pembaca yang budiman, para saudaraku sesama ahlu sunnah, bukan berarti tatkala saya menuliskan tanggapan saya ini berarti mengharuskan membenci sang ustadz. Dan inilah yang saya ingin ingatkan kepada para seluruh Ahlus Sunnah, tentang penerapan al-walaa wal baroo yang berkaitan dengan hati. Para ulama telah menjelaskan bahwasanya kita tidak boleh berbaroo' secara mutlak dan total 100 persen kecuali kepada orang kafir. Adapun seorang muslim yang terjerumus dalam kemaksiatan atau dalam bid'ah maka kita wajib membencinya sesuai kadar penyimpangan dan kesalahannya, namun wajib bagi kita mencintainya sesuai kadar ketaatan dan sunnah yang dilakukannya. Inilah amalan hati yang sulit untuk dilakukan. Bisa jadi kita berbaroo' dan menghajr seseorang karena bid'ah yang ia lakukan akan tetapi orang yang dihajrnya tersebut merupakan orang yang kita cintai. Sebagaimana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat yang menhajr Ka'b bin Malik karena tidak ikut serta perang Tabuuk, secara dzhohir mereka menghajr Ka'ab, akan tetapi hati Nabi dan para sahabat sangatlah mencintai Ka'ab bin Malik. Inilah hal yang harus kita latih dalam hati kita, jika ada saudara kita –apalagi sesama salafy- yang menyelisihi kita maka apakah otomatis kita membencinya…?? Padahal kita tahu saudara kita itu di atas sunnah dan mendakwahkan tauhid dan sunnah, memberantas syirik dan bid'ah??. Semoga Allah mensucikan hati kita dan menjauhkan kita dari hasad dan dengki aaamiiin.

Oleh karenanya saya katakan bahwasanya sang ustadz yang akan saya tanggapi ini adalah seorang dai yang ma'ruf dalam berdakwah semoga Allah senantiasa membimbingnya dalam menyebarkan sunnah dan memberantas bid'ah. Baarokallahu fiikum wa hafizokumullah.


Madinah, 07 04 1432 H / 12 03 2011 M

Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja

Anonymous said...

www.firanda.com lihat di artikel bantahan
Tanggapan Terhadap Tulisan Seorang Ustadz -hafizohullah-
Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 12 March 2011 Klik: 55223

Anonymous said...

buat saudara ku seiman dan seislam sebelum kita menyebarkan fitnah yang keji terhadap sesama muslim cross cek lah terlebih dahulu .ingatlah
ALLAH melarang Rosululoh melaknat berhala sembahan orang musyrik karena orang musyrik akan lebih dalam membalas hal tersebut .dan saya mempunyai keyakinan

1.ALLAH akan melaknat seorang anak yang menyebabkan orang lain melaknat orang
tua nya karena perbuatan anak tersebut suka mencemooh ortu orang lain
2.ALLAH akan melaknat seorang murid yang menyebabkan orang lain melaknat
gurunya karena perbuatan murid tersebut suka mencemooh guru orang lain
3.ALLAH akan melaknat jamaah yang menyebabkan orang lain melaknat ulama
nya karena perbuatan jamaah tersebut suka mencemooh ulama jamaah lain

salam persaudaraan sesama muslim

Irman said...

Assalamualaykum, Allahumma salli'ala muhammad wa'ala ali muhammad

Para ahli ilmu, mohon maaf saya orang awam, menurut saya sebelum memposting segala sesuatu ke blog atau menyebarkan segalan sesuatu ke mana-mana, lebih baik di klarifikasikan baik-baik, seperti para pak kyai ini belajar ilmu hadis dan sebagainya, di runut kebenarannya.

Dan jangan jadikan patokan berita di google, tapi lebih baik tabayun dan klarifikasikan ke orangnya apakah betul begitu, dan kemudian tanyakan juga ke syechnya, lalu tanyakan ke orang yang independent, jadi berita tidak simpang siur dan berat sebelah.

Sehingga janganlah karena informasi kita yang salah sehingga orang lain mendapat informasi yang salah juga, sehingga menyebabkan multi level dosa.

Mohon maaf kalo ada kesalahan kata

ded1soft said...
This comment has been removed by the author.
Anonymous said...

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Surah Al Hujuraat : 11)

Anonymous said...

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Surah Al Hujuraat : 11)

Anonymous said...

Sing jelas, penulis-e RG (RODO GENDENG) ketoke-, arep Nggolek Sorgo ndadak ngelek-elek wong liyo. Ndelok raimu Cak!!!! Ngilo o... Ustz. Firanda iku wong apik ... atik tok ueece koyok ngene iku yok opo karepmu. Aku iki bekas preman, wis kenal ustadz Firanda, tutur kata ne apik, santun, sholih, yok opo diarane al kadzab iku. Sing tukanng ngapusi yo awakmu. Duancuuuuuuuuuuuuuuuuuuk kowe

Anonymous said...

dipertanyakan Blospot ini...?????

Anonymous said...

Ini situs banyak gunjingnya.. apa layak di BACA??????

abie bejo said...

orang muslim asli kayaknya gk pake misuh2 gitu ya...perlu dipertanyakan&masihkah layak untuk di BACA???? salam damai..

Anonymous said...

laknat buat yg menulis berita ini, ustadz firanda adalah orang yang santun dan lurus... apa karena beliau ingin memerangi bid'ah lalu dicap al kadzzab, apalagi ditulis di blog gratisan seperti ini blogspot...

Anonymous said...

Masa sih firanda santun,?

Aria Wira said...

http://www.4shared.com/get/_V7aXMj4/7dialog_ustadz_luqman_dan_fira.htmlhttp://www.4shared.com/get/X8FR7mKA/kajiannya stadz_luqman_dan_fira


Dua dialog antara ust.luqman b'abduh dan al akh firanda smg alloh menghidayahiny

Hati yg bersih jujur mencari kebenaran ,meninggalkan sisi fanatik.

Maka pastilah dia mengetahui mana yg diatas al haq.

Ulama itu bukan orng bodoh yg berbicara sampai sebatas itu tanpa di dasari ilmu.

Hati yg bersih akan mencari tau dari dua pihak mana yg lebih mendekati sunnah dan keselamatan.

Aria Wira said...

http://www.4shared.com/get/_V7aXMj4/7dialog_ustadz_luqman_dan_fira.html

Dua dialog antara al ust.luqman dan al akh firanda yg semoga alloh menhidayhinya.

Hati yg bersih meminggalkan sisi fanatik akan tau siapa yg ada di atas kebenaran.


Akhy antm ini berilmu bahkan seorang da'i.
Para ulama berfatwa tidak asal-asalan.
Kalau kesalahan pada seseorang memang sudah fatal, benar2 besar pembelaannya kpd orng2 yg menyimpang.
Maka pastilah agama seseorang itu berada di agama temannya.

Bukankah jika ada 2 perselisihan kita mencari yg lebih mendakiti kebenaran dam yg lebih selamat.

Mereka sudah di nasehati secara langsung ataupun tidak langsung oleh para ulama, yg harapannya agar merela sadar dan kembali kpd jalan yg benar baarallohu fik.
Bkn u/ memperkeruh keadaan.





://www.4shared.com/get/X8FR7mKA/6dialog_ustadz_luqman_dan_fira.html


Aria Wira said...

Walaupun akpun juga berlepas diri dari blog ini.
Tanpa diketahui siapa orng dn bagaiman manhajnya.
Dan kebanyakan orng yg seprti ini adalah orng yg jaaahil.

Ak pribadi hanya mengomentari statment antum dan berlepas diri dari pemilik dan blog ini.

بارك الله فيك.


Irman Murano said...

Pak Kiayi, kalo dia kadzab, gak bakal ngisi Kajian di Masjidil harom

Pak Kiai sendiri ngisi di Masjidil Harom kah ?

www.RadioRodja.com

Anonymous said...

ini web tempatnya ahli fitnah

Anonymous said...

web penipu ulung syiah jangan di tanggapin

Anonymous said...

si idrus ramli ustadz tanpa dalil vs firanda ahli hadits bagaikan setan vs malaikat saja

Anonymous said...

yang aku tahu si idrus ramli org yang di tanya dalil tentang apa jawabnya malahan ngaco kemana-mana ga tentu arah wkakwkk
maju terus ustadz firanda
cing eling atuh euy tong beuki kanu eweuh dalilna

Anonymous said...

Ini orang lg kerasukan setan kali ya sibuk aja mencari aib ustaz yg udah2 jelas berdakwah lillahi ta'ala ..... Allah yahdika ya akh

Anonymous said...

Sungguh kalau memang benar, maka tidak akan banyak perselisahan di antara mereka. Dan tidak akan merubah nama tetapi tetap konsisten... dengan nama dan sebutannya. Allah tidak melihat dia mengajar di mana, Allah hanya menilai ketakwaannya kepada Allah dan ketawadhuannya sesama mu'min.

Unknown said...

Firanda bela dirinya dari tuduhan... luqman secara tidak langsung diajarin sm firanda tentang cara menyelesaikan berita buruk tentangnya dengan bertabayun... padahal firanda banyak menghindar klo diajak tabayun... makanya firanda coba mengajak luqman ke atasannya yg akan membela dia.... padahal kalian satu guru dan satu pemahaman koq recok...? Klo beda guru & pemahaman sich tidak aneh...

Unknown said...

Firanda bela dirinya dari tuduhan... luqman secara tidak langsung diajarin sm firanda tentang cara menyelesaikan berita buruk tentangnya dengan bertabayun... padahal firanda banyak menghindar klo diajak tabayun... makanya firanda coba mengajak luqman ke atasannya yg akan membela dia.... padahal kalian satu guru dan satu pemahaman koq recok...? Klo beda guru & pemahaman sich tidak aneh...

salm said...

hati hati sodaraku, biasanya si penyebar isu adalah SYI'AH
hati hati saja!!
sama2 satu agama di bentrokan pendapatnya supaya ramai
begitulah cara syi'ah mengadun domba.

Post a Comment

Silahkan bertanya di kolom komentar di bawah ini

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates